Monday, 22 September 2014

Album Preview – Flyleaf “Between the Stars”

Setelah album New Horizons dan Lacey memutuskan resign dari Flyleaf, Between the Stars jadi album pertama dengan vocalis Kristen May. Sebelum Between the Stars sebenarnya sudah ada Who We Are, EP yang berisi 1 lagu baru feat Sonny P.O.D dan 4 lagu live Kristen, mungkin mereka bikin EP ini buat gambarin gimana jadinya Flyleaf nanti.

First impression? Lebih pop. Bright? Yap, tapi ga terlalu terang juga karena liriknya masih gloomy. Meski Kristen terkesan lebih ringan, bahkan terasa lebih ‘anak kecil’ bila dibandingkan dengan Lacey Strum, entah kenapa suka saja denger suara nya Kristen May. 
 
Track paling suka? Selain Set Me On Fire, yang jadi lead single dan lagu paling kenceng se-album ini, Sober Serenade dan Traitor jadi salah dua lagu yang sering di-replay.

Satu lagi, Head Under Water ada aksen piano manis yang jarang ada di lagu-lagu Flyleaf sebelumnya. 

For me, it was such a nice album. My suggestion? Grab them up, and then just need to relax and listen. 


Saturday, 20 September 2014

Karakteristik Beton Dengan Semen PCC

Dalam campuran beton, semen merupakan satu-satunya bahan pengikat hidrolis yang tentu saja mempengaruhi mutu dan kekuatan. Terkait dengan semen, sudah lama peredaran PCC dan semakin sulitnya mendapatkan semen tipe 1 di pasaran (kecuali dengan pesanan khusus yang tentu saja dalam jumlah besar) membuat anggapan bahwa PCC itu merupakan semen tipe 1.

Memang seperti diberitakan bahwa PCC merupakan semen yang kekuatannya setara dengan semen tipe 1. Ada hal yang perlu dieproleh data sebelum menyatakan kesetaraan tersebut, mengingat karateristik semen pada beton menentukan kekuatan beton itu sendiri, antara lain : 

      1.  Waktu ikat
      2.  Faktor air semen
      3.  Kuat tekan awal
      4.  Faktor umur kekuatan beton

Berkaitan dengan faktor umur kekuatan beton, bisa saja faktor konversi kuat tekan beton untuk umur beton tertentu terhadap kuat tekan beton umur 28 hari sebagaimana yang dinyatakan dalam PBI 1971 dimungkinkan tidak sama.

Tulisan ini mencoba mengulas karakteristik beton berdasarkan salah satu hasil pengujian dengan sampel beton menggunakan kedua jenis semen pada campuannya dari segi kuat tekan beton sehingga dari hasil kuat tekan beton akan muncul nilai faktor umur beton semen PCC. Selain itu juga akan diulas sekilas perbandingan waktu ikat semen dan pengaruh faktor air semen terhadap slump beton.

 a.  Waktu Ikat Semen

Waktu ikat adalah waktu yang diperlukan semen untuk mengeras terhitung dari mulai bereaksi dengan air dan menjadi pasta semen hingga pasta semen cukup kaku untuk menahan tekanan. Standar pengujian waktu ikat semen adalah SNI 15-2049- 2004.  

Gb. 1 - Waktu Ikat Semen

b.  Slump Beton

Nilai slump suatu beton berhubungan dengan tingkat kemudahan pengerjaan (workability). Besarnya nilai slump beton dengan nilai FAS yang sama (nilai slump desain 7.5 – 10 cm, FAS 0.47) untuk masing-masing jenis semen dalam campuran beton, ditabelkan sebagai berikut  :

Gb. 2 - Nilai Slump Beton

c.  Kuat Tekan Beton

Dari hasil pengujian dapat dianalisa bahwa nilai kuat tekan beton dengan menggunakan semen tipe 1 lebih tinggi dari pada nilai kuat tekan beton menggunakan semen PCC. Nilai kuat tekan kedua semen tersebut semakin tinggi seiring dengan bertambahnya umur beton tersebut. Dengan job mix desain 25 MPa, berikut perbandingan kuat tekan beton untuk masing-masing jenis semen dalam campuran beton :

Gb. 3 - Kuat Tekan Beton
  
 d.  Faktor Umur Beton

Seperti ditulis di awal,  faktor konversi kuat tekan beton untuk umur beton tertentu terhadap kuat tekan beton umur 28 hari sebagaimana yang dinyatakan dalam PBI 1971 dimungkinkan tidak sama. Berikut disajikan tabel faktor komversi umur beton untuk masing-masing jenis semen :


Gb. 4 - Faktor Umur Beton

Jadi, dari beberapa tabel di atas bisa dinyatakan bahwa semen PCC setara dengan semen tipe 1. Kenapa setara, apabila merujuk pada kuat tekan beton yang dihasilkan, beton dengan menggunakan kedua jenis semen tersebut memiliki selisih kuat tekan tidak terlau bersar yaitu +/- 1 MPa.

Hanya saja yang menjadi perhatian adalah karateristik beton yang dihasilkan. Dengan semen PCC, beton membutuhkan air lebih sedikit dan waktu ikat yang sedikit lebih lama bila dibandingkan dengan beton yang menggunakan semen tipe 1.

Kesimpulan secara keseluruhan :

Semen PCC dapat diterapkan sebagai alternatif pengganti semen tipe 1

Sumber :

Sunday, 17 August 2014

Another Weekend Story - Chapter.1 - Kebun Raya Bogor

Sabtu - akhir pekan - Agustus 16, 2014, dari pagi hari sudah bertolak ke Bogor. Memang, kali ini dipilih Kebun Raya Bogor untuk destinasi mengisi libur akhir pekan. Sudah disiapkan spot mana saja yang akan dikunjungi nanti walau dari awal kurang yakin akan bisa terpenuhi semua karena sejak awal 2011 tinggal di Jakarta ini merupakan kali pertama ke Bogor.

KRL Commuter Line
KRL Commuter Line
Berdua memulai perjalanan menuju Bogor dengan menggunakan KRL Commuter Line (perjalanan kembali ke Jakarta dari Bogor nanti juga menggunakan KRL Commuter Line). Tidak perlu cemas akan kereta yang padat seperti saat after office hours karena kondisi kereta pagi itu sangat lengang begitu pun saat petang kembali ke Jakarta dari Bogor.

Sampai di stasiun Bogor dilanjutkan jalan santai ke arah Kebun Raya Bogor melewati JL. Kapten Muslihat. Sebenarnya ada banyak angkot yang hilir mudik ataupun berhenti di depan stasiun. Namun karena weekend ini dari awal ditujukan untuk jalan-jalan serta kondisi cuaca yang mendung syahdu dengan semilir angin yang sejuk, so, let's forget about our sweat, hold our hands tight and let's take a walk along the road side.

Rusa Kebun Raya Bogor
Rusa Kebun Raya Bogor
Rusa Kebun Raya Bogor
Rusa Kebun Raya Bogor
Jalan Juanda
Jalan Juanda

Tiba di pagar samping Kebun Raya Bogor - beradada di sekitaran JL. Juanda - bisa ditemui dan mendekati untuk melihat rusa-rusa yang dirawat di Kebun Raya Bogor - tapi tentu saja dari luar pagar. Rusa ini seperti sudah biasa dengan kehadiran orang-orang yang mendekat untuk sekedar menyapa, mengusap idung moncongnya atau memberikan camilan wortel kepadanya.

Perjalanan dilanjutkan hingga sampailah pada JL. Surya Kencana. Cukup jauh memang dari stasiun Bogor karena tak trerasa kemungkinan sudah 1,3 km berjalan. Dari surfing internet, blogging dan situs travelling maupun kuliner, area Surya Kencana merupakan salah satu spot yang bagus untuk dikunjungi karena beragam aneka jajanan ada sana. Mulai dari es cincau, laksa, ngo hiang, baso, mie ayam, sate babi, bir kocok, beragam asinan maupun soto kuning. Berikut 3 diantara banyak blog yang memberikan referensi kuliner di area ini :
Jalan Surya Kencana
Jalan Surya Kencana

Dari sekian tempat yang direkomendasikan dalam daftar tersebut yang berhasil dikunjungi adalah Soto Kuning Pak M Yusuf. Soto segar dengan potongan daging / jeroan sapi dan beberapa irisan tomat di dalamnya. Warung ini berupa kaki lima dan berada di trotoar emper toko. Pengunjung datang silih berganti dan tidak sedikit yang menyantap sajian soto kuning di dalam kendaraan pribadi mereka, karena memang meja - kursi yang disediakan untuk makan di dalam warung tidak banyak.

Soto Kuning Yusuf
Soto Kuning M Yusuf
Soto Kuning Yusuf-2
Soto Kuning M Yusuf

Pilihan menu yang disajikan mulai dari soto daging, soto babat hingga soto otak / jeroan. Pengunjung bisa memilih sendiri isi dari satu porsi soto yang akan disantap. Untuk minuman tidak diberikan banyak pilihan karena hanya disajikan teh tawar, teh manis dan teh botol. Satu porsi soto daging lengkap dengan sepiring nasi putih dibanderol seharga Rp. 30,000.

Sajian Soto Kuning
Sajian Soto Kuning

Tepat di sebelah warung soto kuning ini ada penjaja es cincau yang bisa digunakan sebagai dessert setelah makan soto. Kuah es cincau ini berwarna putih karena terdiri dari santan dan menggunakan gula putih yang dicairkan, berbeda dengan umumnya es cincau yang menggunakan gula aren sehingga kuah es nya berwarna kecoklatan. Segelas es cincau dibanderol Rp. 5,000.

Soto Kuning Kaki Lima
Warung Kaki Lima di Emper Toko

Setelah menikmati sajian soto kuning dengan dessert es cincau destinasi berikutnya adalah destinasi utama di weekend ini : Kebun Raya Bogor. Untuk mencapai Kebun Raya Bogor hanya perlu berjalan balik arah ke arah JL. Juanda, mungkin sekitar +/- 500 meter dari tempat soto kuning di JL. Surya Kencana.

Pintu 1 Kebun Raya Bogor
Pintu 1 Kebun Raya Bogor
Patung Ganesha
Patung Ganesha

Tiba di gerbang utama disambut dengan dua patung Ganesha. Terlihat di seluruh pagar dan gerbang utama Kebun Raya Bogor ini dihias dengan banyak bendera merah - putih dalam rangka menyambut perayaan Kemerdekaan RI esok hari. Pintu masuk menuju ke dalam Kebun Raya bukan pada gerbang dengan patung Ganesha melainkan sebuah bangunan di sebelah pintu tersebut.

Gerbang Utama Kebun Raya Bogor
Close Up to The Gate

Bangunan besar dengan undak ke atas dengan dua patung singa penjaga. Belakangan baru tahu kalau nama bangunan tersebut Graha Sambhrama. Di antara dua patung singa itu terdapat sebuah pintu yang menjulang tinggi hampir menyamai tinggi bangunan sebagai akses masuk ke dalam Kebun Raya Bogor.

Begitu melangkah ke dalam langsung berada di ruangan lapang dengan loket pembelian karcis sebagai akses masuk ke dalam area Kebun Raya Bogor di sisi kiri dan tourist information center di sisi yang lain. Siang itu ruangan tersebut cukup lengang pengunjung.

Loket Karcis
Loket Karcis
Akses Jalan Masuk
Jalan Akses Masuk

Berhenti melihat peta Kebun Raya Bogor sejenak. Dan diputuskan untuk jalan santai ke arah mana saja dan bertemu apa saja tidak perlu mengikuti denah yang ada dengan tema : nobody knows what will be found on the end of the path but it will be definitely found a surprise.

Peta Kebun Raya Bogor
Peta Kebun Raya Bogor

Dari loket di gerbang utama ini begitu masuk di dalam area Kebun Raya Bogor akan disambut dengan Tugu Lady Raffles (Lady Raffles Memorial Monument). Dari nameplate yang ada di sebelah tugu ini, tertulis bahwa bangunan ini didirikan oleh Sir Thomas Stamford Raffles sebagai kenangan kepada isterinya Olivia Mariamne Raffles yang meninggal akibat malaria.

Tugu Lady Raffles
Tugu Lady Raffles


Puisi Raffles Untuk Marianme
Puisi Raffles Untuk Marianme

Makam Olivia Marianme Raffles sendiri dapat ditemui di Museum Taman Prasasti yang terletak di JL. Tanah Abang I Jakarta Pusat (dulunya dikenal sebagai pemakaman umum orang Eropa bernama Kebon Jahe Kober). Di tugu ini tertulis mana kota Buitenzorg yang merupakan nama kota Bogor pada jaman kolonial Belanda yang berarti tanpa kecemasan atau aman tenteram (sumber : Kota Bogor). Yang paling menarik adanya sebait puisi yang merupakan tulisan Stamford Raffles sendiri. Selain itu tertulis pula bahwa tugu ini pernah rusak dihantam angin ribut yang kemudian direkonstruksi kembali.

Bila ingin berjalan santai sambil ngemil tersedia kios-kios ice cream dari koperasi Kebun Raya Bogor di sekitar danau gunting tidak jauh dari tugu Lady Raffles.

Ice Cream Koperasi Kebun Raya Bogor
Ice Cream Koperasi Kebun Raya Bogor

Beberapa saat berjalan dari tugu Lady Raffles sudah bisa tiba di area Istana Bogor. Pengunjung umum tidak diperkenankan masuk ke dalam area istina. Ada tour Istana pada hai-hari tertenu bagi pengunjung yang ingin menjelajah isi istana (persis seperti dalam White House Down). Meski tidak bisa mendekat ke Istana Bogor tetap digunakan untuk background foto.

Foto Istana Bogor-1
Foto Istana Bogor-1
Foto Istana Bogor-2
Foto Istana Bogor-2

Terlihat ada patung Mermaid di tepi kolam air depan Istana Bogor. Patung Mermaid ini memang mirip dengan yang ada di Denmark. Sejarahnya dulu patung ini karya Edvard Erikson dan merupakan hadiah dari kerajaan Denmark kepada Indonesia yang diserahkan pada tahun 1958 kepada Presiden Soekarno. Patung ini terbuat dari bahan perunggu, memiliki tinggi 0,50 meter dan lebar 1,3 meter.

Pada area ini juga ada tugu yang terletak di pinggir kolam air seberang area Istana Bogor. Tugu ini merupakan tugu Reindwart untuk memperingati 189 tahun Kebun Raya Bogor.

Tugu Reindwart
Tugu Reindwart

Prof. Dr. C.G.C. Reindwart adalah seorang ahli botani berkebangsaan Jerman pendiri Kebun Raya Bogor yang pada awal berdirinya bernama s’Lands Plantentuin te Buitenzorg.

Salah satu informasi yang unik (dan saya baru tau) dari Kebun Raya Bogor tentang komoditi import bernama Kelapa sawit. Ternyata kelapa sawit (Elaeis guinensis) adalah salah satu komoditi pertanian yang diintroduksi dari Afrika Barat ke Indonesia melalui Kebun Raya Bogor yang akhirnya menjadi induk kelapa sawit se - Asia Tenggara.

Dari area Istana Bogor dan tugu peringatan Reindwart lanjut berjalan melewati kuburan kuno Belanda. Letaknya tersembunyi dengan pohon-pohon bambu. Jalanan yang sepi, sore hari dan tidak ada pengunjung yang lalu lalang… maka eksplorasinya di skip saja. Foto pun dari jauh saja sambil jalan.

Kuburan Kuno Belanda
Kuburan Kuno Belanda

Dari kuburan lanjut menuju taman Teisjmann. Johannes Elias Teijsmann seorang ahli botani berkebangsaan Belanda yang meninggal di Buitenzorg (sebutan kota Bogor pada jaman kolonial Belanda) dan menghabiskan sisa hidupnya untuk mengembangkan Kebun Raya Bogor. Karena itulah taman ini dibuat sebagai penghargaan untuknya.

Tugu Taman Teisjmann
Tugu Taman Teisjmann
Foto Taman Teisjmann
Foto Taman Teisjmann

Dari taman Teisjmann terus berjalan lagi hingga mengarah ke spot bunga bangkai. Tapi sayang tidak bisa masuk ke dalam area tanam dan melihat lebih dekat. Alhasil hanya bisa mengambil foto dari jauh. Sepertinya dalam foto di bawah ini bunga bangkai yang dalam fase perbuahan.

Bungai Bangkai Fase Perbuahan
Bungai Bangkai Fase Perbuahan

Area bunga bangkai itu menjadi spot terakhir yang dikunjungi karena setelah dari sana dilanjutkan dengan duduk-duduk di rumput menikmati angin dan langit sore hari. Petugas keamanan Kebun Raya Bogor akan mulai meminta pengunjung untuk meninggalkan area kebun pada pukul 17.00.

Menuju Senja
Menuju Senja

Melihat peta Kebun Raya Bogor ternyata setelah seharian berjalan santai hanya mampu menjelajah sekitar area sebelah kiri dari gerbang masuk, sekitar 30% area kebun. Sisanya yang 70% dengan tekat bulat akan didatangi nanti…!!! (dengan urutan perjalanan yang lebih rapi)

Akhirnya perjalanan dilanjutkan melangkah ke luar Kebun Raya Bogor. Sempat berhenti sebentar di depan gerbang utama dan memboyong 2 bungkus asinan Bogor. Sebelum kembali ke stasiun sempat juga mampir ke Botani Square untuk makan malam karena letaknya yang tidak begitu jauh.

Selama berjalan kaki di jalanan kota Bogor baru di Botani Square ini menemukan Blue Bird. Padahal sebelumnya sempat berpikir tidak akan menemukan mereka di sini. Tapi bagus juga jumlahnya lebih seditkit bila dibandingkan dengan di Jakarta yang meramaikan jalanan dengan warna birunya.

Untuk biaya? Sangat ekonomis. Berikut rincian itinerary nya :

Itinerary dan Biaya Perjalanan
Itinerary dan Biaya Perjalanan

Meski belum semua destinasi - baik di dalam area Kebun Raya Bogor maupun kuliner di sekitarnya - dijelajahi namun sangat menyenangkan mengisi weekend dengan salah satu alternatif yang berbeda, berjalan menikmati rindang pohon dengan hamparan rumput dan udara sejuk.

Enjoy Weekend-2
Enjoy Weekend-2
Enjoy Weekend-1
Enjoy Weekend-1


 Just - Enjoyed Weekend


Thursday, 13 February 2014

Proses Pemancangan Dengan Jack-in Pile System

Komponen struktural utama suatu bangunan adalah pondasi. Untuk menjamin stabilitas struktur dengan berat dan beban guna yang besar, pilihan pondasi umumnya akan jatuh pada pondasi dalam. Salah satu jenis pondasi dalam yang umum digunakan adalah pondasi tiang pancang.

Hal yang sangat menarik dari pondasi tiang pancang adalah proses pemancangan tiang itu sendiri. Ada dua metode umum yang sering digunakan dalam proses pemancangan tiang, yakni metode jack-in pile dan metode hammer.

Artikel kali ini akan membahas sedikit tentang Jack-in Piling System, meliputi persiapan, proses serta pelaporan hasil pemancangan (pile driving record), berdasarkan pengalaman ketika beberapa waktu lalu terlibat dalam sebuah proyek konstruksi dengan pekerjaan pemancangan di dalamnya.

A. Sekilas tentang project
Project ini adalah pembangunan jembatan timbang (weighbridge) dengan kapasitas 60 ton. Lokasi project di Propinsi Riau.


Gambar teknis pondasi jembatan timbangGb. 1 - Gambar teknis pondasi jembatan timbang (weighbridge)

Pondasi menggunakan pondasi tiang pancang dengan desain dan data material sebagai berikut :
  • tiang pancang square minipile 200 x 200, mutu beton K-500 .
  • pemancangan kelompok tiang (group pile) dengan 6 titik tiang pancang dalam 1 kelompok, total titik pancang 18 titik.
  • estimasi kedalaman tanah keras 15 meter (berdasarkan hasil Soil Test), dengan daya dukung ijin (bearing capacity) tiang tunggal 20 ton.
(desain pondasi tiang pancang akan di-share lain waktu. sudah banyak contoh desain yang bisa diperoleh baik lewat text book maupun berselancar di internet, karena SOP desain pondasi tiang sudah baku)


B. Tiang pancang
Merupakan tiang dari beton yang dicor dan dicetak dalam bekisting yang apabila sudah tercapai umur betonnya diangkat dan dipancangkan ke dalam tanah.


Tiang pancang minipile Gb. 2 - Tiang pancang square minipile

Tiang yang digunakan dalam proyek adalah tiang pre-cast concrete dengan mutu beton K-500. Berikut beberapa alasan kenapa memilih tiang pancang beton :
  • karena dibuat secara pre-cast concrete maka mutu beton lebih terjamin.
  • dengan mutu beton yang tinggi sehingga akan memiliki tegangan tekan yang besar.
  • tiang pancang ini bisa diperhitungkain baik sebagai end bearing pile (tiang dengan daya dukung ujung) dan friction pile (tiang dengan daya dukung selimut). pada proyek ini daya dukung tiang desain merupakan kombinasi antara daya dukung ujung dan daya dukung selimut tiang.
  • umur tiang pancang beton tahan lama dan tahan terhadap air maupun bahan-bahan korosif .
Tiang pancang beton ini juga memiliki kekurangan terutama pada masalah mobilisasi. Karena berat sendiri yang cukup besar makan untuk mobilisasi ke site menjadi cukup mahal, namun dalam proyek ini sudah diperhitungkan sebagai tantangan dan nilai dari proyek itu sendiri. 
Kualitas pemancangan harus dijaga mulai dari material pancang itu sendiri. Untuk memastikan kualitas dan mutu beton tiang pancang, material harus dipastikan dilampiri mill certificate sheet untuk dicocokkan kesesuaian material dengan spesifikasi teknis pekerjaan. Umur tiang pancang juga harus dicek dengan memastikasn kode dan tanggal produksi sesuai dengan mill certificate sheet yang dilampirkan pada surat pengiriman barang.

Sebelum digunakan, fisik material tiang pancang harus diperiksa kembali :
  • tidak ada yang retak, cacat dan pecah.
  • plat sambung pada ujung badan tiang pancang tetap utuh dan dalam kondisi bagus.
  • ukuran penampang dan panjang harus sesuai dengan spesifikasi, dengan toleransi sebagai berikut :
    • penampang tiang pancang tidak boleh kurang atau tidak lebih dari 6 mm dari penampang tiang pancang desain.
    • setiap sisi tiang pancang tidak boleh melengkung lebih dari 6 mm tiap 3 m.
Proses pengangkatan dan penyusunan tiang pancang di lapangan harus memperhatikan titik angkat dan titik tumpu tiang. Pada gambar di atas terlihat ada kawat yang sengaja dicor sebagai tempat kait pada saat pengangkatan tiang sekaligus sebagai tanda penempatan tumpuan pada saat tiang disusun sebelum diangkat pada proses pemancangan, seperti terlihat pada gambar 3 di bawah.

Penyusunan tiang pancang 
Gb. 3 - Penyusunan tiang pancang

Lokasi penumpukan tiang pancang sebaiknya dekat dengan titik pancang untuk memudahkan dalam proses pengangkatan tiang, jangan sampai diletakkan terlalu jauh sehingga di luar jangkauan crane alat pancang. Bila dalam kondisi khusus terpaksa diletakkan jauh dari titik pancang, harus disediakan 1 crane service terpisah untuk mengangkat tiang pancang dari lokasi penumpukan ke alat pancang agar waktu pancang tidak terhambat.

Pertimbangan lain dalam penentuan lokasi penumpukan tiang pancang adalah perhitungan waktu saat akan dilakukan penyambungan. Tiang pancang yang diletakkan didekat titik pancang yang sedang dikerjakan agar tidak terlalu lama mengambil tiang sambungan. Karena apabila waktu yang dibutuhkan pada saat penyambungan tiang terlalu lama, maka friksi (tahanan gesek tanah pada selimut tiang) tanah akan mulai bekerja dan menyebabkan tiang pancang menjadi sulit dipancang lebih dalam lagi dan kedalaman rencana tidak tercapai (secara praktis waktu stop pemancangan maksimum adalah 1 hari).

Lokasi penumpukan tiang juga harus mempertimbangkan faktor cuaca terhadap kondisi tiang pancang, terutama hujan. Apabila tiang terpapar langsung dengan hujan akan berdampak langsung, bukan pada material tiang betonnya, tetapi pada kondisi plat sambung (bevel) pada ujung badan tiang pancang, misalnya akan menimbulkan korosi. Untuk mengatasinya bisa dengan menutup tiang pancang dengan terpal. Kebetulan proyek ini dilaksanakan pada saat musim kemarau, dan untungnya sama sekali tidak hujan, sehingga tiang pancang dibiarkan terbuka begitu saja.

Dengan desain kedalaman tanah keras 15 meter, dalam proyek ini digunakan tiang dengan panjang tiap segment 6 meter (bottom dan top pile) sehingga dilakukan 1 kali penyambungan pada tiap titik pancangnya. Dalam pemancangan sangat penting untuk menggunakan ‘tiang pensil’ sebagai tiang bawah dalam proses pemancangan untuk mencegah terangkatnya tanah disekitar titik pemancangan (heaving) selain itu juga untuk memudahkan penetrasi tiang pancang ke dalam tanah.

Tiang bottom dan middle Gb. 4 - Tiang pancang bottom (pensil) dan top 

C. Alat Pancang
Jack-in pile system merupakan suatu cara pemancangan tiang yang pelaksanaannya dengan menekan tiang pancang ke dalam tanah dengan menggunakan dongkrak hydraulic yang diberi beban counter weight agar alat pancang tidak terangkat dan membantu memancang tiang hingga tercapai daya dukung desainnya. Pada proyek ini digunakan alat jack-in pile dengan kapasitas 100 ton. Data teknis dan foto alat pancang yang digunakan dapat dilihat pada gambar berikut :

Data teknis alat pancang
Gb. 5 - Data teknis alat pancang

Alat pancang jack-in pileGb. 6 - Alat pancang Jack-in Pile

Pergerakan alat jack-in pile ini ada dua macam, tipe dengan roda crawler dan tipe ‘robot’. Pada project ini menggunakan tipe robot dengan kapasitas maksimum alat pancang 100 ton. Tipe ini memiliki moving set up antar titik yang lebih lambat apabila dibandingkan dengan tipe beroda.

Alat pancang di lokasi proyekGb. 7 - Alat pancang di lokasi proyek

Kelebihan proses pemancangan menggunakan jack-in pile antara lain :
  • tidak bising dan tidak menghasilkan polusi asap yang cukup berarti bila dibandingkan dengan penggunaan diesel hammer.
  • tidak menimbulkan getaran disekeliling lokasi pemancangan sehingga aman untuk bangunan di sekitarnya.
  • dengan menggunakan alat pancang dengan sistem jack-in pile ini tidak mungkin terjadi keretakan pada kepala tiang dan juga tidak mungkin terjadi necking (lekukan pada pondasi) seperti pada sistem bored-pile.
  • estimasi daya dukung tiang dapat langsung dilihat dari hasil bacaan pressure gauge yang ada pada alat jack-in pile, karena mesin jack-in pile dilengkapi dengan pressure gauge (umunya dalam satuan MPa).

Pressure gauge alat pancang  Gb. 8 - Pressure gauge yang ada pada alat pancang

D. Persiapan dan proses pemancangan 
Secara garis besar siklus kerja alat jack-in pile selama proses pemancangan adalah sebagai berikut :
  • mengikat tiang pancang pertama.
  • mengangkat tiang pancang pertama.
  • memutar atau memindahkan tiang pancang pertama (bergerak secara horizontal) ke titik pancang.
  • memasukkan tiang pancang pertama ke pile clamping box (jepitan tiang kotak) yang ada pada alat.
  • setting ketegak-lurus an (verticality) tiang pancang terhadap titik pancang.
  • melakukan penetrasi tiang pancang ke dalam tanah dengan cara menekan tiang pancang tersebut.
  • penekanan tiang pancang hingga sisa tiang +/- 40 cm dari permukaan tanah untuk kemudian dilakukan penyambungan.
  • pengambilan tiang pancang kedua (sambungan).
  • pengangkatan, memindahkan ke titik pancang, memasukkan ke pile clamping box, kemudian setting verticality terhadap titik pancang dan tiang pancang yang sudah terpancang.
  • pengelasan sambungan.
  • menekan tiang pancang sambungan.
  • bila diperlukan dilakukan pengambilan dan pemasangan dolly untuk membantu menekan tiang pancang.
  • pemancangan tiang dilakukan hingga tercapai daya dukung desain tiang atau hingga kapasitas alat jack-in pile sudah tercapai (biasanya hingga alat terangkat)
  • bergerak ke titik pancang berikutnya.

D.1 Persiapan alat, setting titik, pengangkatan dan menekan tiang pancang
Persiapan awal adalah penentuan titik pancang berdasarkan gambar teknis yang diberikan. Penandaan titik pancang bisa dengan menggunakan cat atau dengan memasang patok dari kayu atau besi.

Setting titik pancangGb. 9 - Setting titik pancang

Proses pengangkatan tiang pancang Gb. 10 - Proses pengangkatan tiang pancang

image Gb. 11 - Penetrasi tiang pancang

Alat pancang jack-in pile ini memiliki dua posisi jepitan tiang pancang untuk melakukan tekanan pada saat penetrasi tiang pancang ke dalam tanah. Posisi tersebut ada di ujung alat dan di tengah alat (disebut grip ujung dan grip tengah). Pada pelaksanaan proyek ini pada awal pemancangan memakai grip ujung. Namun karena hasil tekanan yang terbaca pada pressure gauge yang telah dikonversikan ke dalam daya dukung tiang hasilnya tidak memenuhi daya dukung desain, maka proses pemancangan tiang selanjutnya dengan menggunakan grip tengah.

Posisi grip jack-in pile Gb. 12 - Posisi grip jack-in pile (kanan-kiri : grip ujung dan tengah)

Perbedaan dasar dari grip ujung dan grip tengah antara lain :
  • posisi pemancangan dan ruang gerak yang diperlukan oleh alat pancang. dengan menggunakan grip ujung, maka alat jack-in pile ini akan memerlukan ruang gerak yang lebih sedikit, cocok untuk pemancangan titik-titik pancang yang sangat berderkatan dengan bangunan yang sudah ada (existing)
  • kapasitas alat. dengan grip ujung kapasitas yang dicapai hanya 70% dari kapasitas alat total.
Pemeriksaan verticality (ketegak-lurusan tiang) harus terus dilakukan selama proses pemancangan. Penyimpangan arah vertical dibatasi tidak lebih dari 1 : 75 dan penyimpangan arah horizontal dibatasi tidak lebih dari 75 mm. Pengamatan di lapangan pada saat sebelum menekan tiang pancang dan selama proses pemancangan dapat dilakukan dengan menggunakan waterpass. Waterpass ditempelkan ke tiang pancang yang sedang ditekan. Selama proses pemancangan, operator pancang kami berdiri sangat dekat dengan alat pancang, bahkan ada yang berada di kolong alat pancang ini. Karena cara kerja jack-in pile dengan menekan, maka tidak akan ada getaran, ledakan atau cipratan oli seperti pada diesel hammer sehingga relatif aman.

Posisi operator pancang
Gb. 13 - Posisi operator pancang selama proses pemancangan

Operator tersebut berada di bawah untuk memastikan tiang pancang ditekan secara tegak lurus. Cara ini cukup efektif untuk menjaga tiang tetap tegak selama pemancangan. Namun, karena mereka tidak menggunakan radio untuk berkomunikasi dengan operator yang menjalankan mesin yang berada di atas, maka mereka harus berteriak cukup keras agar bisa didengar (suara mesin diesel dari alat jack-in pile ini cukup berisik juga kalau ada di bawah seperti itu).

Perangkat kecil yang sering terlupa pada saat akan memulai pemancangan adalah plat baja sebagai alas alat pancang, bila tanah di titik pemancangan kondisinya lembek. Ketiadaan plat ini bisa berakibat pada mundurnya dan makin lamanya durasi pancang karena operator pancang tidak ingin alat pancangnya amblas apabila dipaksakan memancang tanpa alas.

Plat alas alat pancang
Gb. 14 - Plat sebagai alas alat pancang

D.2 Penyambungan tiang pancang
Sambungan antar tiang pancang dengan menggunakan sambungan las. Pengelasan antar tiang pancang dilakukan pada pelat baja (bevel) yang sudah tersedia pada ujung badan tiang. Proses penyambungan tiang pancang harus dikontrol agar diperoleh hasil sambungan yang baik dan yang terpenting verticality (ketegak-lurusan) tiang tetap terjaga. Kontrol pada saat proses pengelasan sambungan tiang pancang antara lain :
  • bahan dan alat las harus dalam kondisi bagus agar tidak menghambat proses pengelasan dan pemancangan secara umum.
  • material las (kawat las) sebaiknya sama untuk setiap penyambungan tiang pancang, agar kualitas pengelasan akan sama tiap tiang pancang.
image
Gb. 15 - Kawat las yang digunakan
  • pengelasan harus dilas keliling di tiap sisi tiang pancang.
  • setelah selesai pengelasan sisa karbon harus dibersihkan dengan cermat.
  • untuk mempercepat proses pengelasan, terutama untuk tiang pancang dengan dimensi besar misalnya spun pile diameter diatas 500, bisa menggunakan 2 alat las dan 2 tenaga las. dalam proyek ini, kami hanya menggunakan 1 alat las dan 1 tenaga las karena dimensi square mini pile 250 x 250, tidak begitu besar.
Beberapa parameter pemeriksaan hasil pengelasan secara visual meliputi :
  • hasil las harus padat tidak boleh ada rongga.
  • hasil las harus bebas dari cacat retak.
  • permukaan las harus cukup halus.
  • sambungan las harus terbebas dari kerak.
Pengelasan sambungan tiang pancang
Gb. 16 - Proses pengelasan sambungan tiang pancang
  • hasil pengelasan tersebut harus ditutup  dengan lapisan pelindung agar hasil pengelasan tidak mengalami korosi.
Perlindungan hasil pengelasan
Gb. 17 - Perlindungan hasil las agar tidak korosi

Untuk memudahkan proses pengelasan tiang, maka tiang pancang yang sedang dipancang disisakan +/- 40 cm dari permukaan tanah. Sebagai catatan, penyelesaian pengelasan pada tiang square mini pile berukuran 250 x 250 ini sekitar +/- 10 menit dan tiang sudah siap kembali dipancang.

D.3 Penggunaan dolly
Untuk membantu proses pemancangan apabila tiang pancang sudah sedikit tenggelam ke dalam tanah dan akan mencapai tanah keras digunakan alat bantu pemancangan yang disebut Dolly. Tiang pancang yang di-dolly harus merupakan tiang pancang yang sudah sedikit lagi mencapai tanah keras. Tanda bahwa tiang pancang sudah mendekati tanah keras dapat diketahui dari panjang tiang yang tertanam sudah mendekati kedalaman desain dan bacaan pressure gauge alat jack-in pile.

Penggunaan dollyGb. 18 - Penggunaan dolly untuk membantu memancang

D.4 Penghentian pemancangan
Parameter yang digunakan sebagai acuan bahwa pemancangan tiang bisa dihentikan :
  • bacaan tekanan pada pressure gauge sudah mencapai tekanan dimana apabila nilai tersebut dikonversikan ke daya dukung tiang, maka daya dukung desain tiang telah terpenuhi
  • alat jack-in pile terangkat dan bila dilakukan penetrasi lagi sudah tidak mampu lagi.
Seletah proses pemancangan dihentikan, selanjutnya dilakukan pencatatan (record) yang berisi tinggi tiang tertanam dan bacaan tekanan dari pressure gauge alat pancang.


E. Pile driving record 


F. Kontrol kualitas pemancangan dengan PDA test
to be continued…