Saturday, 29 November 2014

Review Pengujian Sampel Beton Sebagai Penerimaan Job Mix Desain

Dalam mendapatkan suatu mutu beton serta sebagai pedoman dalam pengendalian mutu beton (quality control) pada pelaksanaan beton dilapangan, perlu dilakukan serangkaian pemeriksaan dan pengujian laboraturium pada bahan-bahan (agregat) yang akan digunakan untuk pembuatan beton tersebut.

Job mix desain dapat didefinisikan sebagai proses merancang serta memilih bahan campuran dan menentukan proporsi relatif dengan tujuan memproduksi beton sesuai dengan spefisikasi mutu yang disyaratkan.

Beberapa parameter persyaratan minimum perancangan campuran beton yang harus diperhatikan dalam desain beton (seperti tercantum dalam PBI 1971 maupun SNI Beton 2002) antara lain  :
  1. Kuat tekan minimum yang didapat dari pertimbangan structural
  2. Kemudahan pengerjaan yang dibutuhkan untuk pemadatan sesuai dengan peralatan pemadatan yang tersedia
  3. Faktor air-semen (fas) maksimum dan/atau kandungan semen maksimum untuk memberikan ketahanan yang cukup sesuai dengan kondisi-kondisi lokasi pengerjaan
  4. Kandungan semen maksimum untuk menghindari penyusutan, keretakan akibat siklus temperatur dalam massa beton
Pengujian hasil campuran beton tersebut kemudian akan diuji dengan benda uji kubus/silinder setelah dicapai umur beton tertentu untuk mengetahui mutu berapa sebenarnya mutu beton yang diperoleh.

Metode perhitungan dan pemilihan material campuran beton tidak akan dijelaskan di sini karena tulisan kali ini akan mengulas bagaimana evaluasi tes benda uji beton kubu/silinder sebagai evaluasi mix desain yang dilakukan telah mencapai mutu beton yang disyaratkan.
Dikutip dari PBI 1971 point 4.5 Mutu Pelaksanaan dan Kekuatan Tekan Beton Karakteristik, menyatakan bahwa :
Beton adalah suatu bahan konstruksi yang mempunyai sifat kuatan tekan yang khas, yaitu apabila digunakan dengan sejumlah besar benda-benda uji, nilainya akan menyebar sekitar suatu nilai rata-rata tertentu. Penyebaran dari hasil-hasil pemeriksaan ini akan kecil atau besar bergantung pada tingkat kesempurnaan dari pelaksanaannya. Dengan menganggap nilai-nilai dari hasil pemeriksaan tersebut menyebar normal (mengkuti lengkung dari Gauss) maka ukuran besar kecilnya penyebaran dari nilai-nilai hasil pemeriksaan tersebut menjadi ukuran dari mutu pelaksanaannya.
Berdasarkan ketentuan di atas, berikut akan disajikan bagaimana evaluasi pengujian sampel beton yang sering saya lakukan (sesuai dengan PBI 1971), sebagai referensi, berbagi dan mungkin koreksi serta masukan bila ada point yang terlewat dari apa yang selama ini saya lakukan.

a. Laporan hasil uji sampel beton

Berikut disajikan contoh laporan pengujian sampel beton berdasarkan hasil job mix desain. Data job mix desain sebagai berikut  :
  1. Mutu beton desain K-225 (benda uji kubus dengan sisi 15 cm) yang artinya memilki kuat tekan beton pada umur 28 hari sebesar 225 kg/cm2
  2. Campuran beton normal tanpa addictive 
  3. Agregat halus pasir alami dan agregat kasar batu pecah/split
  4. Semen yang digunakan semen type I (berhubungan dengan penggunaan tabel konversi umur terhadap kuat tekan beton)
  5. Peruntukan beton adalah untuk struktur pondasi
Data pengujian sampel beton
Gb. 1 - Data pengujian sampel beton

b. Tabulasi hasil pengujian sampel beton

Untuk memudahkan evaluasi hasil pengujain sampel beton perlu disusun dalam tabulsi perhitungan yang menampilkan sekaligus parameter yang akan ditinjau, antara lain  :
  1. Jenis benda uji, kubus atau silinder 
  2. Umur benda uji, berkaitan dengan konversi umur terhadap kuat tekan beton
  3. Standar deviasi, menunjukkan mutu pelaksanaan
  4. Faktor air semen dan jumlah semen minimum sesuai dengan kondisi beton dalam struktur
  5. Nilai slump sesuai dengan peruntukan beton dalam struktur
Tabulasi data hasil pengujian sampel beton
Gb. 1 - Tabulasi data hasil pengujian sampel beton



 b.1 Jenis benda uji

Benda uji dalam pengujian adalah kubus sisi 15 cm sehingga nilai hasil pengujian tersebut bisa langsung dilakukan analisa statistik. Terkait dengan benda uji dalam PBI 1971 dinyatakan terdapat perbedaan kuat tekan berdasarkan masing-masing benda uji, sebagai berikut  :

Perbandingan kuat tekan berbagai benda uji
Gb. 3 - Perbandingan kuat tekan berbagai benda uji

b.2 Umur benda uji

Umur mutu beton yang disyaratkan K-225 merupakan besarnya kuat tekan beton berumur 28 hari, namun untuk pengujian sampel beton tidak perlu menunggu hingga  umur beton mencapai 28 hari. Kuat tekan beton umur 28 hari bisa diprediksi dengan menggunakan tabel konversi umur terhadap kuat tekan beton sesuai dengan yang tercantum pada PBI 1971.

Perbandingan kuat tekan beton pada berbagi umur
Gb. 4 - Perbandingan kuat tekan beton pada berbagi umur

Dari data pengujian sampel beton yang diberikan dinyatakan bahwa benda uji berumur 7 hari, maka dalam analisa hasil uji tersebut dikonversikan ke umur 28 hari (dengan cara hasil kuat tekan 7 hari dibagi dengan 0,65).

Yang perlu diingat dalam menggunakan tabel konversi kuat tekan beton adalah jenis semen yang digunakan dalam campuran beton karena konversi tersebut hanya dikhususkan untuk jenis semen seperti yang tercantum dalam tabel.

b.3 Standar deviasi

Rumus standar deviasi seperti yang tercantum dalam PBI 1971 adalah sebagai berikut  :

Rumus standar deviasi
Gb.5 - Rumus standar deviasi

Peritungan standar deviasi dalam analisa ini memiliki beberapa peranan, antara lain  :
  • mengetahui kualitas/mutu pelaksanaan, dalam PBI 1971 ditabelkan hubungan antara mutu pelaksanaan dengan besarnya sebagai berikut  :

Mutu pelaksanaan diukur dengan standar deviasi
Gb. 5 - Mutu pelaksanaan diukur dengan standar deviasi

  • menentukan kuat tekan beton karakteristik, dalam PBI 1971 mutu beton karakteristik dengan menganggap bahwa hasil pengujian sampel beton mengikuti sebaran normal (lengkung Gauss) dan dengan 5% kemungkinan adanya nilai kuat tekan yang tidak memenuhi syarat mutu beton dirumuskan sebagai berikut  :

Kuat tekan beton karakteristik
Gb. 6 - Kuat tekan beton karakteristik

Hasil perhitungan sesuai dengan yang ditampilkan pada tabulasi data hasil pengujian, nilai standar deviasi sampel beton 18,24 dan dengan nilai tersebut diperoleh kuat tekan beton karakteristik sebesar 273,86 kg/cm2.

b.4  Faktor air semen dan jumlah semen minimum

Faktor air semen berhubungan  kekentalan (konsistensi) beton, yang besarannya disesuaikan dengan cara transportasi beton ke lokasi pengecoran, cara pemadatan, jenis konstruksi dan kerapatan tulangan. Faktor air semen dan jumlah semen minimum dengan berbagai kondisi beton sudah ditetapkan dalam PBI 1971 sebagai berikut  :

Faktor air semen dan jumlah semen minimum
Gb. 7 - Faktor air semen dan jumlah semen minimum

Hasil analisa sesuai dengan yang ditampilkan pada tabulasi data hasil pengujian, besarnya faktor air semen yang digunakan 0,51 dan jumlah semen per m3 beton sebesar 386 kg.

b.5 Nilai slump

Kekentalan adukan beton dapat diperiksa dengan pengujian slump. Adukan beton untuk keperluan pengujain slump harus diambil langsung dari mesin pengaduk beton. Ukuran besarnya nilai slump dengan menggunakan kerucut Abrams (sebuah kerucut terpancung dengan diameter atas 10 cm, diameter bawah 20 cm dan tinggi 30 cm). Untuk mencegah adukan beton yang terlalu kental atau bahkan terlalu encer maka PBI 1971 menyajikan nilai slump untuk berbagai pekerjaan beton sebagai berikut  :

Nilai slump untuk berbagai pekerjaan beton
Gb. 8 - Nilai slump untuk berbagai pekerjaan beton

Hasil pengujian sampel beton di atas memiliki nilai slump sebesar 9,00 cm.

c. Kesimpulan

Dari hasil perhitungan serta analisa terhadap pengujian sampel beton, dan dibandingkan dengan persyaratan minimum perancangan campuran beton sesuai dengan PBI 1971, dapat disimpulkan  :
  • Benda uji sampel beton yang digunakan kubus sisi 15 cm
  • Sampel beton saat diuji berumur 7 hari
  • Standar deviasi hasil pengujian sebesar 18,24 
  • Kuat beton karakteristik (beton umur 28 hari) 273,86 kg/cm2  >  dari mutu beton yang disyaratkan 225 kg/cm2
  • Faktor air semen 0,51  <  nilai faktor air semen maksimum sebesar 0,55
  • Jumlah semen per m3 beton 386 kg  >  jumlah minimum 325 kg
  • Nilai slump sebesar 9,00 cm, sesuai batas nilai slum 5,0 - 12,5 cm
Maka job mix desain yang  dilakukan telah memenuhi spesifikasi mutu beton yang disyaratkan dan dapat diterima.

Dengan dilakukannya evaluasi job mix desain beton akan lebih dapat menjaga kualitas mutu beton tercapai sesuai dengan mutu yang disyaratkan. 

Sebagai catatan tambahan, umumnya hasil job mix tersebut akan disajikan kembali dalam satuan takaran dolak (alat takar pasir dan batu split berbentuk kotak terbuat kayu dengan dimensi tertentu sesuai proporsi job mix desain yang dilakukan) sebagai pedoman dan memudahkan pelaksanaan serta kontrol di lapangan.

Saturday, 15 November 2014

Penyelidikan Tanah

Penyelidikan tanah merupakan fase awal dalam desain konstruksi sipil, seperti contohnya dalam perencanaan pondasi, pemadatan timbunan, bendungan maupun kestabilan lereng. Secara umum maksud dari pekerjaan penyelidikan tanah adalah untuk mendapatkan data teknis atau parameter tanah yang dapat mewakili kondisi tanah setempat untuk digunakan sebagai parameter desain.

Apakah semua desain konstruksi sipil harus melalui fase penyelidikan tanah terlebih dahulu? Berikut beberapa kriteria singkat kondisi konstruksi seperti apa yang harus dilakukan penyelidikan tanah terlebih dahulu :
  1. Konstruksi pada lokasi lapisan tanah pendukung bervariasi.
  2. Konstruksi di area tanpa informasi awal bagaimana kondisi area tersebut.
  3. Bangunan yang penting dan besar (dalam arti dimensi atau beratnya).
  4. Bangunan dengan dampak lingkungan besar apabila bangunan tersebut mengalami kegagalan.
Berikut akan diulas jenis dan uraian pekerjaan yang umum dilakukan pada proses penyelidikan tanah sebagai dasar perencanaan konstruksi terutama dalam desain pondasi.

a. Aspek-aspek yang ingin diketahui dan didapatkan dari penyelidikan tanah
  1. Jenis dan profil lapisan tanah atau batuan secara visual dan terperinci.
  2. Kedalaman tanah keras (hard/dense soil) dan daya dukungnya.
  3. Level muka air tanah (ground water level).
  4. Data Index Properties dan Engineering Properties.
  5. Analisa teknis yang menghasilkan rekomendasi desain untuk jenis pondasi yang akan digunakan, termasuk daya dukung pondasi dangkal, daya dukung pondasi dalam dan penurunan.
  6. Menentukan besarnya tekanan tanah terhadap dinding penahan tanah atau
    pangkal jembatan (abutment).
  7. Analisa teknis yang menghasilkan rekomendasi desain pemadatan/penimbunan.
  8. Menyelidiki keamanan suatu struktur bila penyelidikan dilakukan pada bangunan yang telah ada sebelumnya.
  9. Pada konstruksi jalan raya dan irigasi, penyelidikan tanah berguna untuk menentukan letak-letak saluran, gorong-gorong, pennetuan lokasi dan macam bahan timbunan.
b. Penentuan lokasi dan titik penyelidikan tanah

Secara umum lokasi pekerjaan penyelidikan tanah akan dituangkan dalam sebuah layout desain penyelidikan tanah. Pengukuran dalam menentukan posisi titik penyelidikan tanah bisa menggunakan beberapa cara, antara lain :
  1. Menggunakan meteran ukur terhadap titik acu (benchmark) atau bangunan yang sudah ada di lokasi penyelidikan tanah.
  2. Sistem koordinat.
Dari kedua cara tersebut tentu dengan menggunakan sistem koordinat akan lebih akurat bila dibandingkan tarikan manual dengan meteran, apalagi kalau lokasi tanah yang akan diselidiki masih berupa lahan kosong. Akurat di sini yang dimaksud adalah ketepatan antara titik penyelidikan tanah yang dituangkan dalam gambar teknis dengan lokasi penyelidikan di lapangan.

Layout Penyelidikan Tanah dengan Sistem Koordinat

Idealnya penyelidikan tanah harus dilakukan sedapat mungkin pada titik atau koordinat yang ada pada layout desain penyelidikan tanah. Namun apabila kondisi medan atau kontur di lapangan yang tidak memungkinkan pada titik atau koordinat tersebut tidak memungkinkan, maka pekerjaan penyelidikan tanah boleh digeser maksimal 3 meter dari titik atau koordinat awal.

b.1 Penentuan jumlah titik penyelidikan tanah
 
Jumlah titik penyelidikan tanah yang perlu dilakukan sangat bergantung pada komplekstisitas lapisan tanah dan biaya yang tersedia. Yang jelas semakin jumlah titik penyelidikan tanah maka akan semakin teliti informasi yang di peroleh dari kondisi tanahnya. 

Terzaghi dan Peck merekomendasikan jumlah titik penyelidikan tanah sebagai berikut :
  1. Pondasi bangunan tingkat tinggi dan bangunan industri, paling sedikit diperlukan satu lubang bor pada tiap-tiap sudut bangunan nya dan sebaiknya jarak antar titik tidak lebih dari 15 m.
  2. Untuk jembatan dan bendungan titik penyelidikan tanah diletakkan pada sumbu-sumbu struktur untuk mengetahui apakah pada lokasi tersebut kondis tanah yang ada mampu mendukung beban struktur.
  3. Masih untuk jembatan, titik penyelidikan yang lain diletakkan pada di bawah pangkal jembatan atau pilar.
  4. Pada bendungan titik penyelidikan yang lain dilakukan pada lokasi bangunan pelengkap seperti lokasi bendungan elak.
b.2 Penentuan jarak antar titik penyelidikan tanah

Terzaghi dan Peck menyarankan jarak antar titik penyelidikan tanah sebagai berikut :
  1. Untuk area penyelidikan tanah yang sangat luas, jarak antar titik minimum 30 m dan
    maksimum 60 m.
  2. Untuk proyek jalan raya, penyelidikan tanah dilakukan pada jarak interval 30 m sepanjang jalannya.
Referensi lain mengkorelasikan jarak antar titik penyelidikan tanah dengan jenis tanah yang diselidiki sebagai berikut :
  1. Tanah normal, titik penyelidikan tanah setiap 100 – 200 m.
  2. Tanah lunak (semacam lempung lunak, lanau maupun gambut), titik penyelidikan tanah dilakukan setiap 50 – 100 m.
c. Uraian dan lingkup pekerjaan penyelidikan tanah

Pelaksanaan pekerjaan penyelidikan tanah meliputi 2 (dua) jenis pekerjaan yakni : penyelidikan tanah di lapangan dan penyelidikan tanah di laboratorium.

c.1 Penyelidikan di Lapangan 

Penyelidikan di lapangan meliputi observasi tanah secara visual dan juga pengambilan sampel tanah untuk kemudian dilakukan penyelidikan di laboratorium, berikut secara umum detail penyelidikan di lapangan  :
  1. Penyelidikan dengan pengeboran mesin (core drilling), pengamatan muka air tanah (ground water level observation), deskripsi tanah secara visual (visual soil description), pengambilan sampel tanah (disturbed dan/atau undisturbed sample) untuk penyelidikan di laboratorium.
  2. Penyelidikan daya dukung dan lokasi tanah keras dengan menggunakan standard penetration test (SPT) dan/atau sondir (CPT).
  3. Untuk desain yang memerlukan data permeabilitas tanah (misalnya untuk desain waduk) maka dilakukan pumping test. 
Sebagai catatan, untuk mengoptimalkan kualitas dan hasil penyelidikan tanah di lapangan, untuk pekerjaan boring, SPT, dan sondir untuk satu titik pada suatu area penyelidikan tanah harus dilakukan secara berurutan atau bersamaan agar dapat segera dilakukan perbandingan hasil antara boring, SPT, dan sondir pada satu titik.

c.1.1 Penyelidikan dengan Pengeboran Mesin dan Pengambilan Sampel

Tujuan dari penyelidikan ini adalah  :
  1. Melakukan evaluasi keadaan setiap lapisan tanah secara visual dan terperinci sepanjang kedalaman titik pengeboran.
  2. Pengambilan sampel tanah tak terganggu (undisturbed sample) maupun sampel tanah terganggu (disturbed sample) untuk penyelidikan laboratorium. Acuan standar yang dipakai dalam pengambilan sampel tanah menggunakan SNI ataupun ASTM D 1586 (untuk disturbed sample) dan ASTM D 1587 (untuk undisturbed sample)
  3. Melaksanakan tes SPT (standard penetration test) pada semua titik  pengeboran. 
  4. Kedalaman pengeboran umumnya dilakukan hingga kedalaman tanah keras (karena salah satu tujuan penyelidikan tanah adalah untuk mengetahui posisi lapisan tanah keras) kecuali untuk kasus khusus dimana sudah ditentukan dari awal penyelidikan tanah berapa kedalaman yang diinginkan.
Untuk metode pengambilan sampel tanah, berikut sedikit detail prosedur dan point penting yang harus diperhatikan  :
  1. Pengambilan sampel tidak terganggu (undisturbed sample) dilakukan dari kedalaman 1 meter di bawah level tanah aktual dan setiap perubahan lapisan tanah. 
  2. Jenis tabung yang digunakan untuk pengambilan undisturbed sample adalah jenis thin walled tube sampler. Tidak boleh terdapat cacat pada tabung seperti penyok dan/atau karat yang berlebihan. Seluruh tabung yang dipergunakan harus dalam keadaan bersih.
c.1.2 Pengujian Standard Penetration Test (SPT)

Pelaksanaan pekerjaan SPT berdasarkan standar ASTM D 1586. Ketentuan kedalaman pengeboran dan pengujian SPT sebagai berikut  : 
  1.  Pengujian SPT dilakukan pada kedalaman 1 meter, 2 meter, 3 meter, dan 4 meter di bawah muka tanah asli. Pada kedalaman lebih dari 4 meter di bawah muka tanah asli, pengujian SPT dilakukan setiap interval 2 meter.
  2. Pengujian SPT dilakukan sampai pada kedalaman tanah keras yaitu apabila telah diperoleh nilai N > 50 sebanyak 3 kali berturut-turut (kecuali dalam kasus khusus dimana kedalaman pengujian sudah ditentukan di awal penyelidikan).
  3. Apabila dalam suatu kasus pengujian SPT didapat nilai N > 50 kali sebanyak 3 kali berturut-turut pada kedalaman kurang dari 10 meter di bawah muka tanah asli, maka sebaiknya pengeboran dan pengujian SPT diteruskan sampai kedalaman 10 meter di bawah muka tanah asli.
c.1.3 Pengamatan muka air tanah

Pengamatan muka air tanah dilakukan pada lubang bor setelah elevasi muka air menjadi stabil.

c.1.4 Penyelidikan dengan Sondir (CPT)

Tujuan penyelidikan ini adalah  :
  1. Melakukan evaluasi keadaan dan kedalaman tanah keras.
  2. Mengetahui point resistance dan skin friction.
Untuk penyelidikan tanah ringan maka alat sondir yang digunakan berkapasitas 2,5 ton. Penyelidikan tanah dilakukan dengan menggunakan biconus sampai batas kemampuan alat sondir yang digunakan. Untuk alat sondir kapasitas 2,5 ton umumnya kedalaman yang bisa dicapai +/- 30 m. Penyelidikan sondir dilakukan berdasarkan standar ASTM D 3441.

Perlu menjadi catatan kondisi tanah pada lokasi penyelidikan tanah apabila dominan dengan tanah berbutir kasar (dense coarse soil) besar kemungkinan tidak bisa ditembus dengan alat sondir.

c.1.5 Pengujian Permeabilitas Lapangan  (Pumping Test)

Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui koefisien permeabilitas tanah umunya diperlukan contohnya pada desain waduk (kolam air).

Apabila dalam suatu rangkaian penyelidikan tanah dilakukan pekerjaan boring, SPT dan pumping test, maka pengujian pumping test bisa saja dilakukan pada lubang bekas pengeboran (atau ditentukan dilokasi lain tergantung dari parameter desain dan data tanah yang ingin diperoleh).

Metode uji pumping test bisa secara Falling Head maupun Constant Head (umumnya konsultan akan memberikan salah satu metode uji pumping test pada saat penyelidikan di lapangan). Untuk cara pelaksaannya ada dua macam pumping yang dilakukan yaitu  :  Pump In dan Pump Out. Kedua cara ini tergantung pada kondisi muka air tanah di lapangan. Jika muka air tanahnya tinggi maka harus dilakukan Pump Out dan jika muka air tanahnya rendah dapat dilakukan Pump In.

Uji permeabilitas bisa juga dilakukan di laboratorium tergantung dari parameter desain dan data yang ingin diperoleh. Umumnya, hasil uji permeabilitas di lapangan sudah cukup untuk dasar desain dan menggambarkan kondisi aktual.

c.2 Penyelidikan di Laboratorium

Penyelidikan di laboratorium merupakan tindak lanjut dari apa yang sudah dilakukan di lapangan, dimana di laboratorium ini akan diolah dan diselidiki lebih lanjut sampel tanah yang sudah diambil dari lokasi penyelidikan lapangan. 

Parameter yang ingin diperoleh dari pengujian laboratorium adalah  :
   
c.2.1 Index properties (undisturbed sample)
  1. Unit weight (berat isi) .............................................. mengacu pada ASTM D 2937.
  2. Specific gravity (berat jenis)..................................... mengacu pada ASTM D 854.
  3. Atterberg limit ........................................................ mengacu pada ASTM D 4318.
  4. Grain size analysis (analisa saringan) ...................... mengacu pada ASTM D 442.  
  5. Water content (kadar air) ........................................ mengacu pada ASTM D 2216. 
c.2.2 Engineering properties pada tanah berbutir halus
  1. Consolidation test .................................................. mengacu pada ASTM D 2435. 
  2. Unconfined compression test .................................. mengacu pada ASTM D 2166
  3. Triaxial Test (CU/UU) .............................................. mengacu pada ASTM D 2850.
 c.2.3 Engineering properties pada tanah berbutir kasar
  1. Direct shear test .................................................... mengacu pada ASTM D 3080
 c.2.4 Penyelidikan disturbed sample
  1. Compaction test .................................................... mengacu pada ASTM D 698. 
  2. CBR (California Bearing Ratio) test .......................... mengacu pada ASTM D 1883
Data tersebut di atas hanya berupa gambaran item pekerjaan apa saja yang termasuk dalam lingkup pekerjaan penyelidikan tanah. Detail dan jumlah item bisa bervariasi kembali lagi bergantung pada parameter desain dan data hasil peyelidikan tanah yang diinginkan.

Friday, 3 October 2014

Another Weekend Story - Chapter.2 – Ciwidey, Bandung

Liburan akhir pekan ke luar kota yang :
  1. Bisa ditempuh sehari pulang pergi.
  2. Tidak repot dan tidak begitu capek.
  3. Tidak membutuhkan banyak biaya.
  4. Adem.
Dari beberapa kriteria tersebut, sepertinya Bandung masih menjadi pilihan teratas. Dan itulah yang dipilih pada akhir pekan ini. Bukan tepat pada kota Bandung nya akan tetapi ke arah selatan, ke Ciwidey.

Stasiun Bandung
Stasiun Bandung

Perjalanan dimulai dengan kereta api Argo Parahyangan yang berangkat pukul 05.15 dari stasiun Gambir menuju stasiun Bandung. Kereta pertama dan cukup pagi memang karena rencananya akan kembali ke Jakarta dengan menggunakan kereta paling malam dari Bandung di hari yang sama, jadi harus memaksimalkan selang waktu yang ada.

Kereta Argo Parahyangan tiba di stasiun Bandung pada pukul 08.32 kemudian perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan mobil menuju Ciwidey. Bandung - Ciwidey tidak begitu jauh hanya memakan waktu sekitar 2,5 jam saja. Dan memang benar sekitar pukul 11.00 sudah sampai di daerah Ciwidey, menikmati udara sejuk dan barisan kebun teh maupun kebun strawberry di sana.

Jalanan di Ciwidey
Jalanan di Ciwidey

Banyak pilihan destinasi wisata di area Ciwidey seperti Ranca Upas, pemandian air panas Cimanggu dan Ciwalini, Situ Patenggang dan Kawah Putih, serta banyak area outbond baru di sana. Dari semua pilihan tersebut disinggahi dua destinasi yang terletak tidak begitu berjauhan yaitu Situ Patenggang dan Kawah Putih.

Situ Patenggang
Situ Patenggang

Papan Nama Taman Wisata Alam Telaga Patengan
Papan Nama Taman Wisata Alam Telaga Patengan
Destinasi pertama yang dituju adalah Situ Patenggang. Dari halaman WIKIPEDIA Situ Patenggang atau Telaga Patengan merupakan danau yang terletak di kaki gunung Patuha, di kawasan Bandung Selatan tepatnya di Ciwidey.

Deretan perahu tersedia di sekitar area danau dan bisa digunakan bagi yang ingin berkeliling danau dan muat hingga 12 penumpang. Bila ingin berdua saja bisa menggunakan sepeda air.

 
Perahu dan Sepeda Air
Perahu dan Sepeda Air

Lokasi Batu Cinta
Lokasi Batu Cinta
Ada satu lokasi yang sering disarankan para guide di Situ Patenggang untuk disinggahi yaitu Batu Cinta

Batu tersebut terletak di pulau yang ada di tengah danau yang diberi nama pulau Sasuka atau sering disebut sebagai pulau Asmara. Batu ini memiliki legenda yang kisahnya tidak jauh dari namanya, tentang cinta.

Jadi tidak ada salahnya singgah dan melihat ada apa sebenarnya di stone of love itu.

Terletak di ketinggian 1.600 m di atas permukaan laut dan luas area sekitar 65 hektar, Situ Patenggang memiliki pemandangan alam yang asri, udara yang sejuk dengan hamparan kebun teh di sekitarnya. 

Area Situ Patenggang
Area Situ Patenggang

Di luar gerbang masuk ke dalam area Situ Patenggang banyak penjaja makanan, buah dan beberapa souvenir yang bisa dijadikan cinderamata, beberapa diantaranya adalah t-shirt dan boneka kayu Cepot.  

Boneka Kayu Cepot
Boneka Kayu Cepot

Tiket masuk Situ Patenggang untuk dua orang wisatawan lokal dan satu kendaraan roda empat adalah sebesar Rp. 41.500. Bila ingin bermain sepeda air harga tiketnya Rp. 30.000 per jam.

Tiket Situ Patenggang
Tiket Situ Patenggang

Setelah cukup berkeliling dan bermain sepeda air maka perjalanan dilajutkan kembali menuju destinasi berikutnya yaitu Kawah Putih. Letak Kawah Putih tidak begitu jauh dari Situ Patenggang bahkan hanya memerlukan waktu sekitar 15 menit perjalanan.

Kawah Putih
Kawah Putih
 
Batu Penanda Kawah Putih
Batu Penanda Kawah Putih
Disunting dari WIKIPEDIA Kawah Putih adalah sebuah danau yang merupakan salah satu dari dua kawah yang membentuk gunung Patuha

Begitu berada di dalam area Kawah Putih sempatkan membaca ringkasan informasi mengenai legenda, kondisi alam, flora dan fauna dari Kawah Putih yang dipasang di jalan masuk menuju kawah bawah.





Untuk mencapai ke dalam area Kawah Putih disediakan angkutan bernama ontang-anting. Angkutan ini akan membawa pengunjung ke dalam area wisata dari tempat parkir kendaran yang berada di luar, karena jarak dari tempat parkir luar ke dalam area wisata cukup jauh. Sebenarnya kendaraan pribadi bisa saja dibawa masuk dan parkir di dalam area wisata namun harus membayar biaya parkir kendaraan yang cukup mahal, dan kendaraan yang diijinkan masuk ke dalam area wisata hanya kendaraan roda empat (mobil).

Ontang-Anting
Ontang-Anting

Iya begitu kedaannya, memang terlihat tidak aman dan tak pula nyaman. Namun tipsnya adalah duduk di depan, di sebelah pak supir yang asik bekerja. Tempat duduknya pas untuk 2 orang, tertutup, ada sandaran dan pegangan tangan jadi lebih aman dan nyaman.

Pada saat berkunjung ke sini cuaca sedang panas terik. Apabila datang pada awal tahun besar kemungkinan akan mendapati cuaca yang dingin dengan kabut yang cukup tebal meski pada siang hari dan tentu saja suhu udara yang lebih dingin.

Semua lokasi Kawah Putih sangat cocok dan unik untuk kegiatan fotografi. Dengan warna biru langit, hijau dari pohon dan kombinasi hijau kebiruan serta putih dari kawah dan pasir, menghasilkan sebuah gambar yang menarik.

Foto Kawah Putih
Foto Kawah Putih
 
Foto Kawah Putih
Foto Kawah Putih

Untuk harga tiket masuk ke area wisata tidak berbeda jauh dengan harga tiket di Situ Patenggang.

Tiket Kawah Putih
Tiket Kawah Putih

Setelah puas jalan berkeliling dan mengambil beberapa foto, maka saatnya perjalanan kembali ke Bandung mengejar Argo Parahyangan yang berangkat dari stasiun Bandung menuju stasiun Gambir pada pukul 19.50 dan tiba di stasiun Gambir pada pukul 23.05.
 
..and again, Just Enjoyed Weekend

Monday, 22 September 2014

Album Preview – Flyleaf “Between the Stars”

Setelah album New Horizons dan Lacey memutuskan resign dari Flyleaf, Between the Stars jadi album pertama dengan vocalis Kristen May. Sebelum Between the Stars sebenarnya sudah ada Who We Are, EP yang berisi 1 lagu baru feat Sonny P.O.D dan 4 lagu live Kristen, mungkin mereka bikin EP ini buat gambarin gimana jadinya Flyleaf nanti.

First impression? Lebih pop. Bright? Yap, tapi ga terlalu terang juga karena liriknya masih gloomy. Meski Kristen terkesan lebih ringan, bahkan terasa lebih ‘anak kecil’ bila dibandingkan dengan Lacey Strum, entah kenapa suka saja denger suara nya Kristen May. 
 
Track paling suka? Selain Set Me On Fire, yang jadi lead single dan lagu paling kenceng se-album ini, Sober Serenade dan Traitor jadi salah dua lagu yang sering di-replay.

Satu lagi, Head Under Water ada aksen piano manis yang jarang ada di lagu-lagu Flyleaf sebelumnya. 

For me, it was such a nice album. My suggestion? Grab them up, and then just need to relax and listen. 


Saturday, 20 September 2014

Karakteristik Beton Dengan Semen PCC

Dalam campuran beton, semen merupakan satu-satunya bahan pengikat hidrolis yang tentu saja mempengaruhi mutu dan kekuatan. Terkait dengan semen, sudah lama peredaran PCC dan semakin sulitnya mendapatkan semen tipe 1 di pasaran (kecuali dengan pesanan khusus yang tentu saja dalam jumlah besar) membuat anggapan bahwa PCC itu merupakan semen tipe 1.

Memang seperti diberitakan bahwa PCC merupakan semen yang kekuatannya setara dengan semen tipe 1. Ada hal yang perlu dieproleh data sebelum menyatakan kesetaraan tersebut, mengingat karateristik semen pada beton menentukan kekuatan beton itu sendiri, antara lain : 

      1.  Waktu ikat
      2.  Faktor air semen
      3.  Kuat tekan awal
      4.  Faktor umur kekuatan beton

Berkaitan dengan faktor umur kekuatan beton, bisa saja faktor konversi kuat tekan beton untuk umur beton tertentu terhadap kuat tekan beton umur 28 hari sebagaimana yang dinyatakan dalam PBI 1971 dimungkinkan tidak sama.

Tulisan ini mencoba mengulas karakteristik beton berdasarkan salah satu hasil pengujian dengan sampel beton menggunakan kedua jenis semen pada campuannya dari segi kuat tekan beton sehingga dari hasil kuat tekan beton akan muncul nilai faktor umur beton semen PCC. Selain itu juga akan diulas sekilas perbandingan waktu ikat semen dan pengaruh faktor air semen terhadap slump beton.

 a.  Waktu Ikat Semen

Waktu ikat adalah waktu yang diperlukan semen untuk mengeras terhitung dari mulai bereaksi dengan air dan menjadi pasta semen hingga pasta semen cukup kaku untuk menahan tekanan. Standar pengujian waktu ikat semen adalah SNI 15-2049- 2004.  

Gb. 1 - Waktu Ikat Semen

b.  Slump Beton

Nilai slump suatu beton berhubungan dengan tingkat kemudahan pengerjaan (workability). Besarnya nilai slump beton dengan nilai FAS yang sama (nilai slump desain 7.5 – 10 cm, FAS 0.47) untuk masing-masing jenis semen dalam campuran beton, ditabelkan sebagai berikut  :

Gb. 2 - Nilai Slump Beton

c.  Kuat Tekan Beton

Dari hasil pengujian dapat dianalisa bahwa nilai kuat tekan beton dengan menggunakan semen tipe 1 lebih tinggi dari pada nilai kuat tekan beton menggunakan semen PCC. Nilai kuat tekan kedua semen tersebut semakin tinggi seiring dengan bertambahnya umur beton tersebut. Dengan job mix desain 25 MPa, berikut perbandingan kuat tekan beton untuk masing-masing jenis semen dalam campuran beton :

Gb. 3 - Kuat Tekan Beton
  
 d.  Faktor Umur Beton

Seperti ditulis di awal,  faktor konversi kuat tekan beton untuk umur beton tertentu terhadap kuat tekan beton umur 28 hari sebagaimana yang dinyatakan dalam PBI 1971 dimungkinkan tidak sama. Berikut disajikan tabel faktor komversi umur beton untuk masing-masing jenis semen :


Gb. 4 - Faktor Umur Beton

Jadi, dari beberapa tabel di atas bisa dinyatakan bahwa semen PCC setara dengan semen tipe 1. Kenapa setara, apabila merujuk pada kuat tekan beton yang dihasilkan, beton dengan menggunakan kedua jenis semen tersebut memiliki selisih kuat tekan tidak terlau bersar yaitu +/- 1 MPa.

Hanya saja yang menjadi perhatian adalah karateristik beton yang dihasilkan. Dengan semen PCC, beton membutuhkan air lebih sedikit dan waktu ikat yang sedikit lebih lama bila dibandingkan dengan beton yang menggunakan semen tipe 1.

Kesimpulan secara keseluruhan :

Semen PCC dapat diterapkan sebagai alternatif pengganti semen tipe 1

Sumber :

Sunday, 17 August 2014

Another Weekend Story - Chapter.1 - Kebun Raya Bogor

Sabtu - akhir pekan - Agustus 16, 2014, dari pagi hari sudah bertolak ke Bogor. Memang, kali ini dipilih Kebun Raya Bogor untuk destinasi mengisi libur akhir pekan. Sudah disiapkan spot mana saja yang akan dikunjungi nanti walau dari awal kurang yakin akan bisa terpenuhi semua karena sejak awal 2011 tinggal di Jakarta ini merupakan kali pertama ke Bogor.

KRL Commuter Line
KRL Commuter Line
Berdua memulai perjalanan menuju Bogor dengan menggunakan KRL Commuter Line (perjalanan kembali ke Jakarta dari Bogor nanti juga menggunakan KRL Commuter Line). Tidak perlu cemas akan kereta yang padat seperti saat after office hours karena kondisi kereta pagi itu sangat lengang begitu pun saat petang kembali ke Jakarta dari Bogor.

Sampai di stasiun Bogor dilanjutkan jalan santai ke arah Kebun Raya Bogor melewati JL. Kapten Muslihat. Sebenarnya ada banyak angkot yang hilir mudik ataupun berhenti di depan stasiun. Namun karena weekend ini dari awal ditujukan untuk jalan-jalan serta kondisi cuaca yang mendung syahdu dengan semilir angin yang sejuk, so, let's forget about our sweat, hold our hands tight and let's take a walk along the road side.

Rusa Kebun Raya Bogor
Rusa Kebun Raya Bogor
Rusa Kebun Raya Bogor
Rusa Kebun Raya Bogor
Jalan Juanda
Jalan Juanda

Tiba di pagar samping Kebun Raya Bogor - beradada di sekitaran JL. Juanda - bisa ditemui dan mendekati untuk melihat rusa-rusa yang dirawat di Kebun Raya Bogor - tapi tentu saja dari luar pagar. Rusa ini seperti sudah biasa dengan kehadiran orang-orang yang mendekat untuk sekedar menyapa, mengusap idung moncongnya atau memberikan camilan wortel kepadanya.

Perjalanan dilanjutkan hingga sampailah pada JL. Surya Kencana. Cukup jauh memang dari stasiun Bogor karena tak trerasa kemungkinan sudah 1,3 km berjalan. Dari surfing internet, blogging dan situs travelling maupun kuliner, area Surya Kencana merupakan salah satu spot yang bagus untuk dikunjungi karena beragam aneka jajanan ada sana. Mulai dari es cincau, laksa, ngo hiang, baso, mie ayam, sate babi, bir kocok, beragam asinan maupun soto kuning. Berikut 3 diantara banyak blog yang memberikan referensi kuliner di area ini :
Jalan Surya Kencana
Jalan Surya Kencana

Dari sekian tempat yang direkomendasikan dalam daftar tersebut yang berhasil dikunjungi adalah Soto Kuning Pak M Yusuf. Soto segar dengan potongan daging / jeroan sapi dan beberapa irisan tomat di dalamnya. Warung ini berupa kaki lima dan berada di trotoar emper toko. Pengunjung datang silih berganti dan tidak sedikit yang menyantap sajian soto kuning di dalam kendaraan pribadi mereka, karena memang meja - kursi yang disediakan untuk makan di dalam warung tidak banyak.

Soto Kuning Yusuf
Soto Kuning M Yusuf
Soto Kuning Yusuf-2
Soto Kuning M Yusuf

Pilihan menu yang disajikan mulai dari soto daging, soto babat hingga soto otak / jeroan. Pengunjung bisa memilih sendiri isi dari satu porsi soto yang akan disantap. Untuk minuman tidak diberikan banyak pilihan karena hanya disajikan teh tawar, teh manis dan teh botol. Satu porsi soto daging lengkap dengan sepiring nasi putih dibanderol seharga Rp. 30,000.

Sajian Soto Kuning
Sajian Soto Kuning

Tepat di sebelah warung soto kuning ini ada penjaja es cincau yang bisa digunakan sebagai dessert setelah makan soto. Kuah es cincau ini berwarna putih karena terdiri dari santan dan menggunakan gula putih yang dicairkan, berbeda dengan umumnya es cincau yang menggunakan gula aren sehingga kuah es nya berwarna kecoklatan. Segelas es cincau dibanderol Rp. 5,000.

Soto Kuning Kaki Lima
Warung Kaki Lima di Emper Toko

Setelah menikmati sajian soto kuning dengan dessert es cincau destinasi berikutnya adalah destinasi utama di weekend ini : Kebun Raya Bogor. Untuk mencapai Kebun Raya Bogor hanya perlu berjalan balik arah ke arah JL. Juanda, mungkin sekitar +/- 500 meter dari tempat soto kuning di JL. Surya Kencana.

Pintu 1 Kebun Raya Bogor
Pintu 1 Kebun Raya Bogor
Patung Ganesha
Patung Ganesha

Tiba di gerbang utama disambut dengan dua patung Ganesha. Terlihat di seluruh pagar dan gerbang utama Kebun Raya Bogor ini dihias dengan banyak bendera merah - putih dalam rangka menyambut perayaan Kemerdekaan RI esok hari. Pintu masuk menuju ke dalam Kebun Raya bukan pada gerbang dengan patung Ganesha melainkan sebuah bangunan di sebelah pintu tersebut.

Gerbang Utama Kebun Raya Bogor
Close Up to The Gate

Bangunan besar dengan undak ke atas dengan dua patung singa penjaga. Belakangan baru tahu kalau nama bangunan tersebut Graha Sambhrama. Di antara dua patung singa itu terdapat sebuah pintu yang menjulang tinggi hampir menyamai tinggi bangunan sebagai akses masuk ke dalam Kebun Raya Bogor.

Begitu melangkah ke dalam langsung berada di ruangan lapang dengan loket pembelian karcis sebagai akses masuk ke dalam area Kebun Raya Bogor di sisi kiri dan tourist information center di sisi yang lain. Siang itu ruangan tersebut cukup lengang pengunjung.

Loket Karcis
Loket Karcis
Akses Jalan Masuk
Jalan Akses Masuk

Berhenti melihat peta Kebun Raya Bogor sejenak. Dan diputuskan untuk jalan santai ke arah mana saja dan bertemu apa saja tidak perlu mengikuti denah yang ada dengan tema : nobody knows what will be found on the end of the path but it will be definitely found a surprise.

Peta Kebun Raya Bogor
Peta Kebun Raya Bogor

Dari loket di gerbang utama ini begitu masuk di dalam area Kebun Raya Bogor akan disambut dengan Tugu Lady Raffles (Lady Raffles Memorial Monument). Dari nameplate yang ada di sebelah tugu ini, tertulis bahwa bangunan ini didirikan oleh Sir Thomas Stamford Raffles sebagai kenangan kepada isterinya Olivia Mariamne Raffles yang meninggal akibat malaria.

Tugu Lady Raffles
Tugu Lady Raffles


Puisi Raffles Untuk Marianme
Puisi Raffles Untuk Marianme

Makam Olivia Marianme Raffles sendiri dapat ditemui di Museum Taman Prasasti yang terletak di JL. Tanah Abang I Jakarta Pusat (dulunya dikenal sebagai pemakaman umum orang Eropa bernama Kebon Jahe Kober). Di tugu ini tertulis mana kota Buitenzorg yang merupakan nama kota Bogor pada jaman kolonial Belanda yang berarti tanpa kecemasan atau aman tenteram (sumber : Kota Bogor). Yang paling menarik adanya sebait puisi yang merupakan tulisan Stamford Raffles sendiri. Selain itu tertulis pula bahwa tugu ini pernah rusak dihantam angin ribut yang kemudian direkonstruksi kembali.

Bila ingin berjalan santai sambil ngemil tersedia kios-kios ice cream dari koperasi Kebun Raya Bogor di sekitar danau gunting tidak jauh dari tugu Lady Raffles.

Ice Cream Koperasi Kebun Raya Bogor
Ice Cream Koperasi Kebun Raya Bogor

Beberapa saat berjalan dari tugu Lady Raffles sudah bisa tiba di area Istana Bogor. Pengunjung umum tidak diperkenankan masuk ke dalam area istina. Ada tour Istana pada hai-hari tertenu bagi pengunjung yang ingin menjelajah isi istana (persis seperti dalam White House Down). Meski tidak bisa mendekat ke Istana Bogor tetap digunakan untuk background foto.

Foto Istana Bogor-1
Foto Istana Bogor-1
Foto Istana Bogor-2
Foto Istana Bogor-2

Terlihat ada patung Mermaid di tepi kolam air depan Istana Bogor. Patung Mermaid ini memang mirip dengan yang ada di Denmark. Sejarahnya dulu patung ini karya Edvard Erikson dan merupakan hadiah dari kerajaan Denmark kepada Indonesia yang diserahkan pada tahun 1958 kepada Presiden Soekarno. Patung ini terbuat dari bahan perunggu, memiliki tinggi 0,50 meter dan lebar 1,3 meter.

Pada area ini juga ada tugu yang terletak di pinggir kolam air seberang area Istana Bogor. Tugu ini merupakan tugu Reindwart untuk memperingati 189 tahun Kebun Raya Bogor.

Tugu Reindwart
Tugu Reindwart

Prof. Dr. C.G.C. Reindwart adalah seorang ahli botani berkebangsaan Jerman pendiri Kebun Raya Bogor yang pada awal berdirinya bernama s’Lands Plantentuin te Buitenzorg.

Salah satu informasi yang unik (dan saya baru tau) dari Kebun Raya Bogor tentang komoditi import bernama Kelapa sawit. Ternyata kelapa sawit (Elaeis guinensis) adalah salah satu komoditi pertanian yang diintroduksi dari Afrika Barat ke Indonesia melalui Kebun Raya Bogor yang akhirnya menjadi induk kelapa sawit se - Asia Tenggara.

Dari area Istana Bogor dan tugu peringatan Reindwart lanjut berjalan melewati kuburan kuno Belanda. Letaknya tersembunyi dengan pohon-pohon bambu. Jalanan yang sepi, sore hari dan tidak ada pengunjung yang lalu lalang… maka eksplorasinya di skip saja. Foto pun dari jauh saja sambil jalan.

Kuburan Kuno Belanda
Kuburan Kuno Belanda

Dari kuburan lanjut menuju taman Teisjmann. Johannes Elias Teijsmann seorang ahli botani berkebangsaan Belanda yang meninggal di Buitenzorg (sebutan kota Bogor pada jaman kolonial Belanda) dan menghabiskan sisa hidupnya untuk mengembangkan Kebun Raya Bogor. Karena itulah taman ini dibuat sebagai penghargaan untuknya.

Tugu Taman Teisjmann
Tugu Taman Teisjmann
Foto Taman Teisjmann
Foto Taman Teisjmann

Dari taman Teisjmann terus berjalan lagi hingga mengarah ke spot bunga bangkai. Tapi sayang tidak bisa masuk ke dalam area tanam dan melihat lebih dekat. Alhasil hanya bisa mengambil foto dari jauh. Sepertinya dalam foto di bawah ini bunga bangkai yang dalam fase perbuahan.

Bungai Bangkai Fase Perbuahan
Bungai Bangkai Fase Perbuahan

Area bunga bangkai itu menjadi spot terakhir yang dikunjungi karena setelah dari sana dilanjutkan dengan duduk-duduk di rumput menikmati angin dan langit sore hari. Petugas keamanan Kebun Raya Bogor akan mulai meminta pengunjung untuk meninggalkan area kebun pada pukul 17.00.

Menuju Senja
Menuju Senja

Melihat peta Kebun Raya Bogor ternyata setelah seharian berjalan santai hanya mampu menjelajah sekitar area sebelah kiri dari gerbang masuk, sekitar 30% area kebun. Sisanya yang 70% dengan tekat bulat akan didatangi nanti…!!! (dengan urutan perjalanan yang lebih rapi)

Akhirnya perjalanan dilanjutkan melangkah ke luar Kebun Raya Bogor. Sempat berhenti sebentar di depan gerbang utama dan memboyong 2 bungkus asinan Bogor. Sebelum kembali ke stasiun sempat juga mampir ke Botani Square untuk makan malam karena letaknya yang tidak begitu jauh.

Selama berjalan kaki di jalanan kota Bogor baru di Botani Square ini menemukan Blue Bird. Padahal sebelumnya sempat berpikir tidak akan menemukan mereka di sini. Tapi bagus juga jumlahnya lebih seditkit bila dibandingkan dengan di Jakarta yang meramaikan jalanan dengan warna birunya.

Untuk biaya? Sangat ekonomis. Berikut rincian itinerary nya :

Itinerary dan Biaya Perjalanan
Itinerary dan Biaya Perjalanan

Meski belum semua destinasi - baik di dalam area Kebun Raya Bogor maupun kuliner di sekitarnya - dijelajahi namun sangat menyenangkan mengisi weekend dengan salah satu alternatif yang berbeda, berjalan menikmati rindang pohon dengan hamparan rumput dan udara sejuk.

Enjoy Weekend-2
Enjoy Weekend-2
Enjoy Weekend-1
Enjoy Weekend-1


 Just - Enjoyed Weekend